Asas Kebenaran dalam Tabayyun

Asas Kebenaran dalam Tabayyun

Khutbah Jum’at (Khutbah Pertama)
Oleh: Angga Prilakusuma

[“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”]

angga-prilakusumaJamaah Jum’at yang dirahmati Allah.

Pertama-tama, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah; Tuhan seru sekalian alam dan satu-satunya Tuhan yang hakiki dan berhak disembah; Tuhan yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya.

Yang kedua, segala puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberi kita nikmat berupa hidayah iman dan Islam. Yang dengan nikmat itu, kita masih dibimbing untuk melangkahkan kaki menuju masjid ini untuk menunaikan kewajiban shalat Jumat.

Shalawat serta salam semoga selalu terlimpahkan kepada junjungan kita baginda Nabi Muhammad SAW, Utusan Allah SWT yang kita harap syafaatnya di akhirat kelak; saat setiap orang panik dan gusar memikirkan dirinya sendiri di hadapan Yaumul Hisab, perhitungan Allah SWT yang tak melewatkan amalan sedikit pun, baik ataupun buruk, kecuali memberikan balasan yang setimpal. Sebab Allah SWT Maha Adil, dan tidak sekalipun menzhalimi hamba-hamba-Nya.
(lebih…)

Iklan

Islam Rahmatan Lil’alamin

Islam Rahmatan Lil’alamin : Orang-orang Yang Merusak Agama
Oleh: H. Ali Manshur, M.Pd.I

ali-manshur-500x500DALAM suasana kita masih merasakan atmosfir Jakarta ini mari kita bersyukur kepada Allah atas limpahan semua nikmat-Nya, khususnya nikmat sehat dan kesempatan pagi hari ini dapat hadir dan silaturrahim dalam acara kajian Islam di Majlis Ta’lim STIEKIA yang rutin diselenggarakan tiap Jum’at Legi atau Jum’at Manis, meski hari ini tidak pas Jum’at Manis tetapi alhamdulillah tetap manis.

Tema kajian kali ini sangat luas, maka diambil bagian sisi yang kecil dari “Islam rahmatan lil ‘alamin”, yaitu tentang orang-orang yang merusak agama.

Majlis Ta’lim ini istiqomah beraktivitas sudah hampir 2 tahun, maka kampus yang ada kajian keislaman, apalagi pada hari Jum’at, hari bahagia, sayyidul ayyam, ratune dino, digunakan untuk tholabul ilmi, fa in sya’Allah akan maju. Islam mewajibkan pengikutnya untuk selalu menuntut ilmu, ilmu apapun, harus ada peningkatan, harus terus ditingkatkan. Kun aliman au muta’alliman au muhabbat (Jadilah aliman, orang yang memberi ilmu pengetahuan kepada orang lain, mentransfer ilmunya kepada orang lain, – kalau belum sampai pada level aliman, jadilah muta’alliman, hendaknya ada kesadaran hati untuk menjadi orang yang mencari ilmu, berusaha menambah ilmu, dalam konteks yang luas, misalnya tadabbur alam, dan mensyukuri, meneliti, dan lain-lain. Jadi belajar itu tidak harus di kelas dengan dosen. – atau muhabbat, orang yang cinta kepada ilmu, kepada guru, kepada orang yang belajar, maka ada upaya misalnya putranya dikirim untuk menuntut ilmu, ke madrasah, majlis ta’lim, dan lain-lain), jangan sampai sebaliknya. Semuanya itu adalah untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, kualitas umat Muhammad, sehingga menjadi lebih maju dan luar biasa. Misalnya jika sdm STIEKIA berkualitas, dengan kesadaran mencari ilmu yang tinggi, maka STIEKIA akan maju dan luar biasa.

(lebih…)

LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender)

LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender)

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (TQS. Al ‘Araf: 80-81)

Ust. WartonoSEKARANG ini sedang sibuk dan ramai dibicarakan mengenai LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender). Terlepas dari apakah maraknya pembicaraan mengenai masalah ini karena adanya strategi melempar “dolanan” kecil-kecilan supaya masyarakat tidak fokus pada urusan yang besar-besar, yang pasti, masalah LGBT ini sudah kadhung (terlanjur) menjadi “trending topic” hari-hari ini, di sembarang tempat orang membicarakannya, bahkan sampai anak-anak kecilpun banyak yang penasaran dan bertanya-tanya mengenai seluk dan beluk makhluk yang bernama LGBT ini.

Sebenarnya, dalam sejarah ummat manusia, soal LGBT ini bukanlah perkara yang baru, hanya sebutannya saja yang menggunakan istilah yang berbeda. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa masalah ini sudah ada contohnya pada ummat Nabi Luth AS. (lebih…)

Tepat Memanfaatkan Waktu

Khutbah Jum’at (Isi Khutbah Pertama)
Oleh:
Angga Prilakusuma bin Suprapto Estede

angga 125“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia perbuat untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al Hashr 18]

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah.

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah, yang telah memberi kita nikmat berupa hidup dan Islam. Sebagaimana yang diserukan pada ayat tadi, Allah memerintahkan kita dua hal, yang pertama adalah perintah untuk bertakwa kepada-Nya, dan kemudian diikuti dengan perintah agar kita mempersiapkan diri untuk hari esok atau akhirat.
Untuk menghadapi hari yang tak terhindarkan itu, kita telah dibekali dengan waktu, berupa hidup di dunia. Karena itu, dalam Islam kehidupan dunia tidak dapat dipisahkan dari akhirat. Dunia adalah ladang tempat kita menanam perbuatan, yang hasilnya akan dipertontonkan di hadapan seluruh makhluk yang hadir kelak di padang mahsyar. Hari itu, akan ditampakkan semua kesalahan. Hari itu, setiap orang sibuk mengkhawatirkan dirinya sendiri, dicekam rasa takut lantaran tidak ada lagi yang dapat ditutupi dari pengadilan oleh Yang Maha Adil. (lebih…)

Menyambut Tahun Baru [2016]

Khutbah Jum’at [Isi Khutbah Pertama]
Oleh:
Suprapto Estede

141031 ato 125Hadirin sidang Jum’ah yang dirahmati Allah SWT;

Sebagai hamba Allah yang menyadari bahwa Allah Yang Maha Pemurah tiada henti menganugerahkan nikmat karunia-Nya yang tiada terkira nilainya dan tiada terhitung jumlahnya, maka sepatutnyalah kita tidak pernah melupakan kewajiban dan kebutuhan kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla dengan kesungguhan syukur kepada-Nya, berusaha mendengarkan dan mengikuti bisikan hati nurani untuk dengan penuh kesabaran dan keikhlasan mentaati perintah-perintah Allah dan mengendalikan bisikan hawa nafsu agar tidak terjerumus kedalam perbuatan dosa dan kemaksiyatan yang dilarang oleh Allah SWT. Mari kita jaga dan terus tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada-Nya.
(lebih…)

Makna Hijrah dan Aktualisasinya Kini

Khutbah Jum’at (Isi Khutbah Pertama)
Oleh:
Suprapto Estede

Suprapto EstedeJama’ah Jum’ah, rahimakumullah;

Salah satu hal yang kita tidak pernah boleh melupakannya, yang selalu harus saling mengingatkan bila kita lupa, adalah kewajiban untuk selalu bersyukur kepada Allah dengan kesungguhan dan ketulusan, selalu membangkitkan kesadaran kita akan keagungan Allah SWT yang tiada pernah henti melimpahkan nikmat karunia-Nya kepada kita, dan kemudian berusaha menggunakan nikmat karunia itu untuk semakin mendekatkan diri kita kepada Allah, membekali diri dengan memperkokoh iman dan memperbanyak amal shaleh.

Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan, kita pertebal iman dan taqwa kita kepada Allah SWT dengan “haqqa tuqaatih”, dengan ketaqwaan yang sebenar-benar taqwa, dengan menunaikan kewajiban sebagaimana diperintahkan oleh Allah, menjauhi larangan sebagaimana yang diharamkan oleh Allah, menyukai apa yang disukai oleh Allah, dan membenci apa yang dibenci oleh Allah, serta mencintai dan menyayangi karena Allah.
(lebih…)